EFFECT OF RETENTION TIME ON CONSTRUCTED WETLAND SYSTEM IN LEACHATE TREATMENT OF TPA SARIMUKTI

Authors

  • Febrian Lontaan IPB University
  • Sulistijorini IPB University
  • Lasya Fauzia Ahmad IPB University

DOI:

https://doi.org/10.35261/barometer.v11i1.13187

Abstract

Leachate, a liquid that arises from the decomposition of waste mixed with rainwater, contains various hazardous compounds such as organic, inorganic, and toxic heavy metals. Currently, the concentration of BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), and total nitrogen in leachate from the Sarimukti Landfill has exceeded the quality standard threshold, requiring further treatment. This study aims to identify the characteristics of leachate, design a constructed wetland system, and compare the effect of variations in retention time and plant types of vetiver grass (Chrysopogon zizanioides) and water hyacinth (Eichhornia crassipes) on reducing BOD, COD, TSS, total nitrogen, cadmium, and pH neutralization. The method used is experimental with three treatments and two repetitions (duplo). The results show that vetiver grass is most effective in reducing the concentration of BOD, COD, TSS, total nitrogen, and stabilizing pH, especially at retention times of 6 and 10 days. Thus, the constructed wetland system can be an alternative for further processing to increase the effectiveness of leachate processing at the Sarimukti TPK.

Downloads

Download data is not yet available.

References

S. Qomariyah, Sobriyah, Koosdaryani, dan A. Y. Muttaqien, “Lahan basah buatan sebagai pengolah limbah cair dan penyedia air non-konsumsi,” Jurnal Riset Rekayasa Sipil, vol. 1, no. 1, 2017.

[2] J. Ramadhani, R. R. D. Asrifah, dan I. W. Widiarti, “Pengolahan air lindi menggunakan metode constructed wetland di TPA Sampah Tanjungrejo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus,” Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian, vol. 1, no. 2, pp. 1–8, 2019.

[3] T. Tazkiaturrizki, R. Ratnaningsih, dan S. Aphirta, “Design evaluation of biological unit as a basic consideration to determine the design criteria of domestic wastewater treatment plant at 1st zone, Jakarta,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 434, no. 1, 2018, doi: 10.1088/1757-899X/434/1/012238.

[4] P. R. Aji, “Komposisi sampah dan kualitas air lindi Tempat Pemrosesan Akhir Winongo,” Jurnal Serambi Engineering, vol. 9, no. 3, pp. 9467–9472, 2024.

[5] F. Laili, “Analisa kualitas air lindi dan potensi penyebarannya ke lingkungan sekitar TPA Gunung Tugel Kabupaten Banyumas,” Skripsi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2021.

[6] P. M. Siska, “Kinerja pengolahan limbah effluent biogas dari limbah cair industri tapioka dengan kolam eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) di PD Semangat Jaya–Lampung Selatan,” Skripsi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2018.

[7] S. O. Ningrum, “Analisis kualitas badan air dan kualitas air sumur di sekitar Pabrik Gula Rejo Agung Baru Kota Madiun,” Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 10, no. 1, pp. 1–12, 2018.

[8] A. Januar, “Efektivitas bakteri Arthrobacter chlorophenolicus sebagai agen bioremediasi logam berat kromium heksavalen (Cr-VI) pada air lindi di TPA Piyungan,” Tesis, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2024.

[9] D. Rinaldi, “Unjuk kerja reaktor continuous wetland menggunakan tanaman vetiver (Vetiveria zizanioides) dan bakteri untuk mendegradasi kandungan amonia, BOD (biochemical oxygen demand), dan COD (chemical oxygen demand) dari limbah di industri X Yogyakarta,” Tesis, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2019.

R. N. Aini, “Efektivitas metode fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan aerasi dalam mengolah limbah cair industri pupuk di Aceh,” Tesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, 2023.

[11] A. A. Sulianto, A. D. S. Aji, dan M. F. Alkahi, “Rancang bangun unit filtrasi air tanah untuk menurunkan kekeruhan dan kadar mangan dengan aliran upflow,” Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, vol. 7, no. 2, pp. 72–80, 2020, doi: 10.21776/ub.jsal.2020.007.02.4.

[12] T. A. Pramesti dan M. Mirwan, “Penurunan TSS, COD, dan total nitrogen pada air lindi dengan metode constructed wetland tanaman Typha angustifolia,” INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 2, no. 4, pp. 745–753, 2023, doi: 10.55123/insologi.v2i4.2309.

[13] D. W. Wijayanti, W. B. Sediawan, dan A. Prasetya, “Plant growth and total nitrogen absorption rate in leachate with water hyacinth (Eichhornia crassipes),” Sustinere: Journal of Environment and Sustainability, vol. 3, no. 2, pp. 117–126, 2019, doi: 10.22515/sustinere.jes.v3i2.84.

[14] N. S. Gurnita dan R. Budiasih, “Pengaruh pengindus ammonium sulfat terhadap pertumbuhan dan kandungan logam berat timbal (Pb) pada rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides L.) yang ditanam pada tailing tambang emas,” BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, vol. 2, no. 1, pp. 26–35, 2017.

[15] D. Zumani, M. Suryaman, dan S. M. Dewi, “Pemanfaatan eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) untuk fitoremediasi kadmium (Cd) pada air tercemar,” Jurnal Siliwangi Seri Sains dan Teknologi, vol. 1, no. 1, 2015.

[16] T. Syahkumala, “Pemodelan kinetika fitoremediasi asam sulfat (H₂SO₄) di dalam air hujan dengan tumbuhan Typha latifolia (studi kasus pengolahan air hujan asam di sekitar industri batu bata di Kajhu, Aceh Besar),” Tesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, 2021.

[17] A. Siregar, R. Rasyidah, dan R. Nasution, “Pengujian kadar BOD, COD dan isolasi bakteri hasil remediasi air limbah lindi dengan menggunakan ekoenzim kulit buah pepaya (Carica papaya L.),” Jurnal Biogenerasi, vol. 9, no. 1, pp. 1014–1021, Mar, 2024 doi: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3673

[18] E. K. Sari dan L. Lucyana, “Evaluasi instalasi pengolahan air lindi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu,” Jurnal Deformasi, vol. 6, no. 1, pp. 33–41, 2021.

[19] A. Patandungan, H. S. Syamsidar, dan A. Aisyah, “Fitoremediasi tanaman akar wangi (Vetiver zizanioides) terhadap tanah tercemar logam kadmium (Cd) pada lahan TPA Tamangapa Antang Makassar,” Al-Kimia, vol. 4, no. 2, pp. 107–120, 2016.

[20] A. Widiyanti, L. Oktavia, dan A. Setiawan, “Fitoteknologi pengolahan limbah cair depo pemasaran ikan (DPI) Kabupaten Sidoarjo menggunakan eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan kangkung air (Ipomoea aquatica),” Journal of Research and Technology, vol. 6, no. 2, pp. 227–236, 2020

[21] F. R. Dani, “Analisis kadmium dan nitrogen total air lindi menggunakan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk) dengan metode constructed wetland sistem sirkulasi (studi kasus: TPA controlled landfill nonaktif),” Tesis, Universitas Batanghari, Jambi, 2023.

[22] Alshazna, P., dan M. Verawaty, “Efisiensi penurunan Escherichia coli pada sistem constructed wetland pada waktu retensi berbeda menggunakan Typha angustifolia,” Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Sriwijaya, 2020.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Lontaan, F., Sulistijorini, & Ahmad, L. F. (2026). EFFECT OF RETENTION TIME ON CONSTRUCTED WETLAND SYSTEM IN LEACHATE TREATMENT OF TPA SARIMUKTI. Barometer, 11(1), 17–26. https://doi.org/10.35261/barometer.v11i1.13187